Wednesday, October 5, 2011

Akibat Rusuh Ilaga, Sekolah Libur Dua Bulan


Akibat Rusuh Ilaga, Sekolah Libur Dua Bulan

Suasana Ilaga masih mencekam. Murid sekolah mengaku ikut orang tuanya 'perang'.

Rabu, 5 Oktober 2011, 16:09 WIB
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews -- Rusuh antar dua kelompok yang terjadi di Ilaga Kabupaten Puncak Papua, sejak Juli lalu, mengakibatkan aktivitas di kabupaten pemekaran itu lumpuh total. Sejumlah sekolah terpaksa libur, bahkan siswa-siswanya ikut terlibat 'perang'.

Suasana Ilaga ibukota Kabupaten Puncak, yang berada di tengah hutan Pegunungan Papua, sampai saat ini mencekam. Warga yang melintas, terlihat membawa alat-alat perang seperti, panah, tombak dan parang. Bahkan, anak-anak juga ikut membawa senjata perang.

Sejumlah sekolah baik SD, SMP dan sekolah lanjutan terlihat lengang, saat aktivitas sekolah mestinya  berlangsung. Sama sekali tidak ada siswa maupun guru yang terlihat.

Konflik antar dua kelompok, terjadi sejak Juli lalu, dipicu dari proses Pemilukada yang sedang berlangsung.  Korban tewas mencapai 21 orang, sedangkan ratusan lainnya luka-luka.

Salah seorang siswa Kelas 2 SD Ilaga bernama Yokim, mengaku, ia sudah dua bulan tidak masuk sekolah, karena konflik yang berkepanjangan. "Saya dengan teman-teman sudah dua bulan ini tidak masuk sekolah. Kadang-kadang kami ikut orang tua berperang," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Puncak, Usai Alom mengakui, seluruh sekolah dasar, sekolah lanjutan pertama dan lanjutan atas, tidak ada aktivitas. "Sesuai  adat disini, apabila terjadi perang antar kelompok,  bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk bisa berdamai," paparnya.

Tambahnya, ada sebanyak 18 sekolah dan ratusan siswa serta puluhan guru, tidak melakukan aktifitas belajar mengajar,  selama perang mulai
meletus.  "Sebagian besar memilih meninggalkan Ilaga, karena takut, akibat konflik yang berkepanjangan," jelasnya. (eh)

Laporan: Banjir Ambarita| Papua

• VIVAnews                 

No comments:

terima kasih

atas kunjungan anda