Senin, 15 November 2010 | 16:39 WIB
Perang kelompok-kelompok yang bertikai dalam bisnis narkoba di Meksiko semakin mengkhawatirkan. Selama dua minggu terakhir, ratusan orang terbunuh. Pembunuhan meningkat setelah Presiden Meksiko, Felipe Calderon, mengajak masyarakat untuk ikut serta memerangi 'gank' narkoba. Lebih dari 23.000 orang tewas akibat perang antar 'gank' narkoba sejak Calderon menjabat 2006 lalu. Tembakan merupakan suatu hal yang biasa. Tak ada tempat di Meksiko yang luput dari perang antar 'gank' narkoba. Foto: AP Photo
Dua polisi lalu lintas ditemukan tewas di dalam mobil patroli
mereka saat perang antar 'gank' narkoba terjadi di kota wisata Acapulco,
Meksiko. Foto: AP Photo/Bernandino Hernandez
Seorang polisi mengamati lima mayat pria yang ditemukan di pinggiran kota wisata, Acapulco.
Pejalan kaki
melintasi mayat seorang polisi lalu lintas yang tewas ditembak pria
bersenjata. Foto: AP Photo/Bernandino Hernandez
Masyarakat berdoa dan meminta agar kekerasan di Meksiko segera dihentikan. Foto: AP Photo/Carlos Jasso
Polisi mengamankan tempat cuci mobil dimana 15 orang tewas
ditembak oleh pria bersenjata. Ini adalah pembantaian ketiga di Meksiko
dalam waktu kurang dari seminggu. Foto: AP Photo/El Meridiano
Polisi dan warga mengamati mayat yang dibuang di pinggir jalan. Pada kaos lelaki itu terdapat pesan yang ditulis oleh 'gank' narkoba Meksiko untuk mengancam saingannya. Foto: AP Photo/B.Hernandez
Paramedis
menolong seorang lelaki yang terluka parah. Ia ditemukan diantara
tumpukan mayat yang dibuang di pinggir jalan Acapulco, Meksiko. Foto: AP
Photo/B.Hernandez








No comments:
Post a Comment