Monday, March 19, 2012

SBY Beber Alasan Naikkan Harga BBM

"Jangan meninabobokan pada mereka lagi yang tidak tepat menerima subsidi."
Minggu, 18 Maret 2012, 23:19 WIB
Elin Yunita Kristanti, Dwifantya Aquina
VIVAnews -- Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan sejumlah alasan mengenai rencana kebijakan perubahan APBN 2012. Kebijakan ini nanti akan mengurangi pemberian subsidi pada bahan bakar minyak.


"Pertama, kalau tidak ada pengaruh harga minyak dunia, ngapain kita mengubah APBN 2012 yang baru berlaku tiga bulan ini. Itu proses yang tidak mudah, dan melelahkan," kata SBY saat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada para kader Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 18 Maret 2012.


SBY menegaskan perubahan APBN 2012 ini memiliki alasan-alasan yang jelas. Dari sekian alasan, kata dia, ada sebuah rencana strategis dari asumsi dan apabila asumsi itu berubah, maka itu tidak valid lagi.


"Artinya harus ada penyesuaian-penyesuaian. Artinya kita harus lakukan seperti yang dilakukan banyak negara di dunia ini, termasuk urusan BBM yang disebut market reaction," ujarnya.


SBY ingin memastikan apapun gejolak perekonomian yang terjadi di dunia, APBN dan fiskal Indonesia tetap sehat. Jika keduanya bisa dijaga, maka ekonomi Indonesia dapat selamat dan tetap tumbuh.


"Kalau ekonomi tidak selamat, tidak tumbuh, akhirnya rakyat juga yang akan terkena, rakyat miskin yang akan menderita. Jangan dilepaskan, jangan dipisahkan. Kalau ekonomi runtuh dan kita tidak bisa merespon dengan cepat maka yang terjadi malapetaka," tegasnya.


SBY pun menilai subsidi yang terlalu besar akan tidak efektif bagi pembangunan. "Harga minyak mentah USD 122 per barel ini seperti tahun 2008, subsidi kita membengkak saat itu dan tajam," tuturnya.


Menurut SBY, salah satu pengurangan subsidi BBM yakni menyesuaikan dengan harga BBM, dan tentu akan ada upaya konversi BBM ke BBG, serta penghematan lainnya.


"Tentu pengurangan yang lebih tepat adalah menyesuaikan dengan menaikkan harga yang tepat. Pemerintah tentu memikirkan berapa harga yang tepat saat ini, untuk harga minyak dunia yang tinggi saat ini. Itu untuk mengontrol subsidi yang tepat," jelasnya.


Jika DPR dalam pembahasan nanti akhirnya menyepakati harga BBM, SBY berjanji akan tetap mengusulkan untuk diberikan bantuan kepada rakyat miskin dan bantuan kepada masyarakat rendah. "Saya meminta manakala datang saatnya dan tidak ada pilihan lain harga BBM dinaikkan maka bagi saya mutlak harga mati, rakyat miskin dan semi miskin diberikan bantuan kepada mereka. Yang penting kita jangan meninabobokan pada mereka lagi yang tidak tepat menerima subsidi," tandasnya.




• VIVAnew
s

No comments:

terima kasih

atas kunjungan anda