Monday, March 19, 2012

Ogoh-ogoh di Secangkir Kopi

Nasional

"Melalui kreasi ini, kami mengabarkan sebentar lagi Bali akan menjalani Hari Raya Nyepi."

Senin, 19 Maret 2012, 07:36 WIB
Arfi Bambani Amri, Bobby Andalan (Bali)


VIVAnews - Masyarakat Hindu Bali akan merayakan Hari Raya Nyepi pada Jumat 23 Maret 2012. Hari raya di mana Pulau Dewata itu akan gelap gulita.

Sehari sebelum Nyepi, masyarakat Bali akan mengarak beramai-ramai ogoh-ogoh keliling kota. Ogoh-ogoh yang merupakan simbol mahluk jahat itu akan dibakar setelah diarak keliling kota.

Lazimnya, ogoh-ogoh dibuat dari bambu dilapisi kertas dan kain. Namun, ada pula yang membuat ogoh-ogoh berbahan dasar secangkir kopi. Di Black Canyon Coffee, Kutabex Mall, pelanggan yang ingin menikmati secangkir kopi disuguhkan oleh kreasi apik melukis di atas kopi.

"Kami membuat kresi melukis ogoh-ogoh di secangkir kopi lantaran tak semua tamu kami tahu dan mengerti akan Hari Raya Nyepi. Melalui kreasi late art on table ini kami ingin mengabarkan sebentar lagi Bali akan menjalani Hari Raya Nyepi," kata Asisten Restoran Manager Black Canyon Coffee Kutabex Mall, Rudyanto Efendi, Minggu 18 Maret 2012.

Rudy mengaku tempatnya bekerja mulai mempraktikkan seni melukis kopi sejak tahun 2009. Namun, intensitasnya semakin ditingkatkan pada tahun 2010 karena mendapat apresiasi positif bagi para tamu. "Sejak saat itu hingga kini semakin dikreasikan. Barista kami sudah bisa membuat 12 gambar seperti naga, kelinci, lebah, wajah, hati dan lain sebagainya," kata dia.

Rudy mengaku pihaknya selalu siap melayani seni melukis kopi begitu ada order dari tamu. Bahkan tak jarang para tamu membawa sendiri gambar dari rumah, dan minta dibuatkan di tempatnya. Kendati begitu, tak semua jenis kopi yang bisa dilukis. Hanya jenis capucino dan chocopucino saja yang bisa dijadikan bahan dasar untuk melukis.

Soal latar belakang yang mendasarinya, Rudy mengaku jika ia hanya ingin tampil beda dari gerai kopi lainnya. "Jadi selain tempat meminum kopi, kami juga memberi kreasi menghibur kepada para tamu," kata Rudy.

Juniartha, Barista Black Canyon Coffee Kutabex Mall, mengaku awalnya mengalami kesulitan membuat kreasi semacam itu. Tapi, dengan menguasai dasar seni lukis kopi, membuat kreasi semacam itu tak sulit lagi direalisasikan.

"Tentu berlatih terus setiap hari, dan terus membuat kreasi baru. Hanya untuk ogoh-ogoh yang sekarang tingkat kerumitannya lumayan juga, karena detil gambarnya harus terjaga," katanya.


• VIVAnews

No comments:

terima kasih

atas kunjungan anda