Sains & Teknologi
Namun, dia mengakui masih ada situs yang lolos dari pemblokiran.
Memang, masih ada yang bisa lolos. (VIVAnews/Muhammad Firman)
"Sampai saat ini sudah lebih 92 persen situs porno dapat kami blokir. Hanya sebagian kecil yang kadang-kadang lolos, karena berganti nama dan sebagainya," ujarnya kepada VIVAnews.
Tifatul berharap ada dukungan dari warga masyarakat dalam membantu upaya pemerintah membasmi situs porno. Ini antara lain bisa dilakukan dengan memberitahukan lewat layanan pengaduan yang disediakan: aduankonten@depkominfo.go.id.
"Hampir satu juta situs porno yang berhasil diblok. Namun kalau masih ada pengaduan masyarakat akan langsung kami tangani," kata Tifatul.
Tifatul juga berharap masyarakat turut mendukung upaya pemerintah membentuk Gugus Tugas Anti-Pornografi. "Ini untuk kepentingan generasi muda kita, anak-anak kita dan moral bangsa ini. Tidak benar untuk pengalihan isu, dan sebagainya. Mohon dukungan masyarakat," kata Tifatul, berharap. (kd)
• VIVAnews


No comments:
Post a Comment