Metro
Jangan terburu-buru menyimpulkan kematian Djuli murni pencurian motor.
Aksi wartawan menuntut polisi mengusut tuntas kematian Djuli (Banjir Ambarita | Papua)
Dalam aksinya, para jurnalis ini meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dengan bukti-bukti yang kuat.
“Diharapkan aparat kepolisan bisa mengusut tuntas kasus ini bukan hanya menyimpulkan aksi tembak itu murni pelaku curanmor, melihat para pelaku tahu titik mematikan untuk melakukan eksekusi tembak dengan jarak dekat,” kata Darussalam Kontributor Global TV kepada VIVAnews, Minggu 18 Maret 2012.
Menurutnya, kejadian ini secara tidak langsung menjadi acaman bagi pewarta dalam bertugas mencari berita untuk memberi fakta untuk masyarakat.
“Jika kasus ini sebagai akibat ancaman pekerjaan kami, berarti negara ini sedang berada dalam Unit Gawat Darurat. Artinya petugas harus ekstra kerja memberantas kejahatan dijalan,” pungkasnya.
Aksi solidaritas tersebut diisi degan tabur bunga di bundaran ahlakul karimah, mengiringi kepergian wartawan TVRI Djuli yang siang tadi di makamkan di TPU Tanah kusir.
“Ini merupakan sebagai rasa belasungkawa kami para wartawan karena menjadi problematik bagi kami dalam menjalankan tugas mencari berita di lapangan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kapolsek Ciputat, Komisaris Polisi Alip mengungkapkan, belum bisa memastikan motif atas kematian korban. Polisi masih mengumpulkan informasi dari keluarga dan saksi mata.
"Korban tewas akibat luka tembak, namun belum bisa dipastikan apakah motif perampokan atau motif lain. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Alip.
Menurut saksi mata, Fadli, 17, sesaat setelah kejadian dia melihat ada motor matic berwarna hitam berpenumpang dua orang kabur dari depan rumah korban.
"Ada dua pengemudi menggunakan topi, yang dibonceng berbadan tegap dan berambut gondrong. Namun saya tidak lihat nomor polisinya," kata Fadli saat dimintai keterangan petugas polisi. (sj)
• VIVAnews


No comments:
Post a Comment